Credit by Pinterest Hi Puan-puan dan Tuan-tuan, tulisan ini ditulis sebagai refleksi diri dan rasa syukur atas terpilihnya saya sebagai salah satu muslimah untuk program @muslimahforchange yang diselenggarakan oleh @pendidikanpesantren dan @wahidfoundation , maka dengan senang hati saya akan membagikan salah satu pengetahuan yang keren dalam salah satu sesi di program tersebut, tentunya disampaikan oleh pembicara yang keren juga, Dr. Nur Rofiah, Bil. Uzm. Dosen Pascasarjana PTIQ Jakarta yang sudah malang melintang di dunia per-gender-an. Tulisan ini juga semata ditulis dengan tujuan untuk menyebarluaskan prinsip kesalingan di antara Puan dan Tuan para pembaca. Namun sebelumnya, para pembaca jangan merasa tabu dengan hal-hal yang akan dipaparkan di bawah ini. Mari membiasakan diri untuk tau lebih luas dan mendalam mengenai pengetahuan yang selama ini dianggap tabu dan tidak layak didiskusikan di ruang publik. Pada sesi Pemberdayaan Perempuan dalam Islam . Setidaky...
Sumber gambar: http://www.erabaru.net Oleh: Sofwatul Ummah Sosok Kiyai Tubagus Arsyad Kiyai Tegal adalah julukan yang diberikan kepada Tubagus Arsyad, seorang ulama yang lahir di Desa Tegal (sebutan Menes sekarang) dan salah satu pendiri Mathla’ul Anwar Menes Pandeglang Banten pada tahun 1916 M (pada 1926 lembaga tersebut disempurnakan menjadi Mathla’ul Anwar Li Nahdlotil Ulama (MALNU). Ia mendirikian MALNU bersama KH. Tb Soleh Kananga, KH. E. Muhammad Yasin, dan KH. Mas Abdurrahman bin Jamal, selanjutnya empat ulama pendiri MALNU tersebut dijuluki dengan sebutan "empat serangkai" dan keempat ulama tersebut adalah murid dari Syaikh Muhammad Nawawi Al-Bantani. Setelah dirasa cukup nyantri oleh Syaikh Muhammad Nawawi Al-Bantani, Kiyai Tb. Arsyad diizinkan untuk kembali ke tanah air dengan tujuan luhur yaitu mendidik umat dan mengamalkan ilmu-ilmu yang diperolehnya di tanah Hijaz. Melihat kondisi tanah kelahirannya yang memprihatinkan, atas dasar rasa tanggung ...
Credit gambar: https://bappeda.ntbprov.go.id/covid-19-dan-kdrt/ Baru-baru ini pernyataan dari al-Ustadz Tengku Zulkarain, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, mengenai hasrat seksual seorang suami menjadi hangat diperbincangkan. Pasalnya ketika ia diwawacarai megenai RUU P-KS, ia menyatakan pernyataan yang menimbukan kontroversi. “Kalau sudah mau (melakukan hubungan seksual), tidur aja, gak sakit kok,” begitu pernyataan yang diucapkannya dalam siaran sebuah stasiun televisi. Hal tersebut jelas menimbulkan kontroversi dari berbagai pihak. Bagaimana tidak, Rasul Muhammad, Saw. saja memberikan contoh teladan yang luar biasa baiknya atas kemitraan dengan istrinya. Rasulullah Saw. menganggap istrinya sebagai mitra yang setara, sehingga Rasulullah Saw. pernah menjahit bajunya sendiri. Jika rasul saja mau menjahit bajunya sendiri tanpa merepotkan istri, tentunya untuk urusan yang lebih privat, ia melakukannya dengan lemah lembut, pastinya dengan tidak melukai istri. Co...
Komentar
Posting Komentar