Postingan

Pelecehan Seksual dan Sisa Peradaban Kaum Jahiliyah

Gambar
Credit gambar:  https://lokadata.id/artikel/jalan-terjal-penyintas-kekerasan-seksual-di-kampus-biru Kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dosen di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang merupakan Perguruan Tinggi berbasis Islam, menambah daftar panjang kasus pelecehan seksual di lembaga pendidikan tinggi di Indonesia. Kasus pelecehan seksual memang seperti gunung es, nampak kecil di permukaan namun dasarnya yang besar dan tak terlihat, bukan menandakan kasus-kasus demikian tidak ada dan tidak terjadi, tetapi ada dan senyap. Terbukti, setelah kasus Agni terkuak, Alma dan Ratih (ketiga nama bukan nama sebenarnya) memberanikan diri untuk berbicara dan mengungkapkan apa yang sudah mereka alami. Ya, mereka berdua mengalami kasus yang kurang lebih sama dengan kasus Agni. Bedanya, Agni korban pelecehan seksual yang mecari keadilan dan kemudian tidak mendapatkannya dari lembaga pendidikan tinggi dimana ia berada, sehingga pelaku bisa melenggang bebas dan lulus dar...

Dear Ustadz, Sampai Hari Kiamat Pemaksaan Hubungan Seksual adalah KDRT

Gambar
Credit gambar:  https://bappeda.ntbprov.go.id/covid-19-dan-kdrt/ Baru-baru ini pernyataan dari al-Ustadz Tengku Zulkarain, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, mengenai hasrat seksual seorang suami menjadi hangat diperbincangkan. Pasalnya ketika ia diwawacarai megenai RUU P-KS, ia menyatakan pernyataan yang menimbukan kontroversi. “Kalau sudah mau (melakukan hubungan seksual), tidur aja, gak sakit kok,” begitu pernyataan yang diucapkannya dalam siaran sebuah stasiun televisi. Hal tersebut jelas menimbulkan kontroversi dari berbagai pihak. Bagaimana tidak, Rasul Muhammad, Saw. saja memberikan contoh teladan yang luar biasa baiknya atas kemitraan dengan istrinya. Rasulullah Saw. menganggap istrinya sebagai mitra yang setara, sehingga Rasulullah Saw. pernah menjahit bajunya sendiri. Jika rasul saja mau menjahit bajunya sendiri tanpa merepotkan istri, tentunya untuk urusan yang lebih privat, ia melakukannya dengan lemah lembut, pastinya dengan tidak melukai istri. Co...

Kiyai Tubagus Rusydi: Dari Pejuang Kemerdekaan, Ketua Pelaksana Muktamamar NU Ke-13, Hingga Menjadi Syuhada

Gambar
Sumber gambar: http://www.nu.or.id Oleh: E. Ova Siti Sofwatul Ummah              Kiyai Tubagus Rusydi adalah salah satu putra dari Kiyai Tubagus Arsyad (salah satu pendiri MALNU) dengan Nyai Ratu Salamah. Karakter Kiyai Tubagus Rusydi yang dikenal zuhud dan andap asor, diturunkan dari ayahandanya. Buah jatuh memang tidak akan jauh dari pohonnya. Begitu kira-kira pepatah yang pantas disematkan kepada Kiyai Rusydi karena kesamaan karakter dengan ayahandanya. Karakter yang demikian kuat membuat Kiyai Rusydi dicintai dan dekat dengan masyarakat. Kecintaan masyarakat terhadap Kiyai Rusydi dapat dibuktikan ketika Kiyai Rusydi keluar rumah untuk membeli kebutuhan rumah tangganya. Dapat dipastikan Kiyai Rusydi akan dihampiri masyarakat yang melihatnya hanya untuk sekedar mencium tangan atau alakadar berbincang singkat. Alhasil, setiap keluar rumah dapat dipastikan ia tidak akan kembali dalam hitungan menit, ia pasti membutuhkan waktu berjam...

Kiyai Arsyad; Kiyai Tegal Menes yang Makamnya Mutassil dengan Makam Rasulullah Saw.

Gambar
Sumber gambar: http://www.erabaru.net Oleh: Sofwatul Ummah Sosok Kiyai Tubagus Arsyad Kiyai Tegal adalah julukan yang diberikan kepada Tubagus Arsyad, seorang ulama yang lahir di Desa Tegal (sebutan Menes sekarang) dan salah satu pendiri Mathla’ul Anwar Menes Pandeglang Banten pada tahun 1916 M (pada 1926 lembaga tersebut disempurnakan menjadi Mathla’ul Anwar Li Nahdlotil Ulama (MALNU). Ia mendirikian MALNU bersama KH. Tb Soleh Kananga, KH. E. Muhammad Yasin, dan KH. Mas Abdurrahman bin Jamal, selanjutnya empat ulama pendiri MALNU tersebut dijuluki dengan sebutan "empat serangkai" dan keempat ulama tersebut adalah murid dari Syaikh Muhammad Nawawi Al-Bantani. Setelah dirasa cukup nyantri oleh  Syaikh Muhammad Nawawi Al-Bantani, Kiyai Tb. Arsyad diizinkan untuk kembali ke tanah air dengan tujuan luhur yaitu mendidik umat dan mengamalkan ilmu-ilmu yang diperolehnya di tanah Hijaz. Melihat kondisi tanah kelahirannya yang memprihatinkan, atas dasar rasa tanggung ...

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

E. Ova Siti Sofwatul Ummah & Mawar Jingga  RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah               : SMAN 6 Tangerang Selatan Mata Plejaran      : Bahasa Inggris/Wajib Kelas/Semester   : X/2 Pokok bahasan    : Teks deskriptif sederhana tentang orang, tempat wisata, dan    bangunan bersejarah terkenal Hari & Tanggal     : Rabu 21 Maret 2017 Alokasi Waktu     : 2 x 40 menit A.    Kompetensi Inti: KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin dan tanggung jawa, peduli (gotong  royong, kerjasama, toleransi, damai), santun, responsif, dan pro aktif dan menunjukan sikap dari sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social alam ser...